Pekerjaan:
Michael Gurian, penulis buku The Male Brain menyatakan lelaki kerap menempatkan profesinya sebagai suatu hal yang ‘sakral’ dan tak tersentuh oleh siapapun. Pekerjaan adalah cara pria mengekspresikan diri dan salah satu caranya untuk mengungkapkan perhatian kepada keluarga. “Jika ada seseorang, siapapun itu yang meragukan, apalagi menghina profesi yang digelutinya, biasanya pria akan bersikap defensive atau bahkan mungkin meradang,” kata Gurian. So girls jangan pernah dech menyinggung perkara yang ini.
BARANG-BARANG PRIBADI:
Bagi banyak pria, barang-barang pribadi seperti ponsel, dompet, agenda dan tas kerjanya adalah wilayah pribadi yang tidak boleh dilanggar. Meski barang-barang itu tergeletak begitu saja, Sista tidak diperkenankan mengintip isinya sebelum mendapat izin darinya. Makanya, gak heran mereka sangat menjaga barang-barang pribadinya ini. Apalagi, jika isinya berisi jejak-jejak perselingkuhan
KELUARGA:
Steve Biddulph, penulis buku Raising Boys menyatakan bahwa keluarga adalah bentuk keterikatan pria yang pertama terhadap kehidupan. Karena itu, pada umumnya seorang pria yang sejak kecil mengemban tugas sebagai pelindung oleh bagi siapapun menempatkan diri sebagai pembela keluarga. Jadi kalau tidak mau dia meradang, jangan pernah mengusik-usik wilayah ini, terutama kedekatannya dengan ibunya. Menurut Biddulph, pria memang memiliki kedekatan emosi yang lebih tinggi terhadap ibunya, ketimbang ayah.
KOLEKSI:
Laki-laki adalah kanak-kanak abadi!! Mungkin anggapan ini ada benarnya. Ketika kita-kita para sista sudah meninggalkan boneka Barbie, si dia masih saja anteng dengan koleksi mobil-mobilannya. Bahkan tak sedikit laki-laki yang masih menyimpan rapi koleksinya hingga mereka berumah tangga. Ia akan menganggap sista telah melanggar privasinya jika sista mencoba-coba mengutak-atik koleksinya.
TEMAN-TEMAN:
Salah satu resep hubungan
IDEALISME:
Entah itu bentuk idealisme dalam memegang prinsip hidup, religi atau semata-mata kesenangan dalam melakukan sesuatu, pada dasarnya pria senang apabila orang lain mampu menghargai dirinya dan menerima sudut pandangnya. Bila Sista sedang berkencan dengan seorang yang humanis, misalnya jangan paksa dia menerima tawaran bekerja di sebuah perusahaan yang terkenal amat profit oriented dan tidak memiliki program ‘balas budi’ terhadap lingkungan, karena sista akan dianggap ikut campur urusannya.
SIZE MR.P:
Yang satu ini tidak bisa ditawar-tawar lagi. Meski malu-malu mengakuinya, Mr P adalah poin paling dominan dalam menentukan kejantanan dan bahkan harga diri seorang pria. Sekali waktu sista menghina kemampuannya diatas ranjang termasuk mengolok-olok ukuran Mr.P, dijamin sista akan langsung kehilangan respek darinya dalam hitungan detik saja. Mencintai seorang pria adalah kegiatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar