Menurut Scott M Bernat, Resident Agent in Charge Chief of US Military Scurity, pelatihan ini adalah bentuk kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Amerika.
Pelatih program ini adalah anggota US Naval Criminal Investigative Service (NCIS) atau layanan Investigasi Kriminal Angkatan Laut Amerika Serikat, Security Training Assitance and Assment Team (STAAT) Pasifik atau Bantuan Pelatihan Keamanan dan Tim Penilai Pasifik yang berbasis di San Diego, California.
NCIS sendiri adalah organisasi penegak hukum federal yang berdedikasi untuk investigasi dan melawan kriminal serta ancaman teroris yang mempengaruhi angkatan laut Amerika dan Angkatan laut kesatuan militer.
"Pelatihan ini fokus pada ancaman pelabuhan dan maritim, ancaman bom, pengamanan dan prosedur penangkapan kriminal," kata Scott saat pemaparan di hadapan 50 anggota polisi di Empire Palace, Jalan Bubutan, Surabaya, Senin (20/6/2011).
Selain memberikan pelatihan penanganan teror ini, pihak Amerika juga menyumbangkan sejumlah alat yang menunjang kinerja kepolisian. Menurut Scott, alat-alat tersebut tidak ada yang istimewa hanya beberapa alat standart yang digunakan oleh polisi. Kurang lebih 100 jenis alat tersebut akan diterima oleh Polres Pelabuhan.
Ditempat yang sama, Kapolres Pelabuhan, AKBP Jayadi mengatakan, usai pemaparan selanjutnya tim dari Amerika tersebut akan melakukan pelatihan di lapangan. "Habis dari sini, pada Selasa dan Rabu akan dilanjutkan dengan pelatihan di lapangan," kata Jayadi.
Jayadi juga mengatakan, dari 50 anggota polisi yang ikut pelatihan tersebut, sebanyak 40 personel dari Polres Pelabuhan, lima personel dari Polrestabes Surabaya dan lima personel dari Polda Jawa Timur. Paska pelatihan ini, diharapkan semua anggota mampu mengantisipasi teror yang akhir-akhir ini marak. Terutama di wilayah pelabuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar